Senin, 17 September 2012

Pelayanan Prima untuk Pelayanan Publik


Kisah mengenai pelayanan prima ini merupakan cerita yang saya alami sendiri. Awal mulanya saya ingin mencari cerita di google dan menambahkan sedikit komentar saya, tapi ternyata lumayan sulit mencari kisah pelayanan publik yang baik di google. Kebanyakan google hanya menampilkan cerita yang buruk mengenai pelayanan publik. Kalaupun saya menemukan cerita pelayanan publik yang baik, itu adalah pengalaman seorang warga Indonesia di luar negeri saja. Yah saya rasa sih memang sudah jadi hal umum di Indonesia jika masyarakat hanya mengekspose hal-hal yang buruk saja di media sosial.

Saya ingin menceritakan pengalaman saya ketika memperpanjang masa SIM di Kantor Kepolisian Kabupaten Trenggalek, tempat tinggal saya. Sebenarnya saya juga belum bisa menentukan apakah ini termasuk pelayanan publik yang prima atau bukan. Tapi yang pasti saya tidak menilai pelayanan tersebut merupakan pelayanan yang buruk karena pada akhirnya saya puas mendapatkan SIM C saya pada hari itu juga.

Pagi itu saya berangkat ke kantor polisi sekitar jam 9 . disana sudah ramai sekali antrian yang kurang lebih bertujuan sama dengan saya. Awalnya saya diwajibkan untuk memfotokopi ktp dan mengecek kesehatan saya di kantor lain yang tidak begitu jauh dari kantor kepolisian. Setelah itu saya kembali ke kantor polisi dan mengurus administrasi di beberapa loket yang tersedia. Ada sekitar lima loket  pada satu deretan dekat orang-orang mengantri. Loket tersebut memiliki fungsi masing-masing. Ada yang merupakan loket pendaftaran ujian, loket administrasi, loket pengambilan sim dan lain-lain. Sesuai ketentuan yang tercantum, pemohon yang hanya ingin memperpanjang masa sim tidak diharuskan mengikuti “driving test” layaknya pemohon SIM baru. Bila diamati, di halaman depan kantor kepolisian saat itu sedang ramai sekali pemohon SIM yang sedang menjalani “driving test”. Saya pernah sekali menemani ibu saya menjalani ujian berkendara dan hal tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Selama menyaksikan peserta ujian tes banyak sekali kelucuan-kelucuan yang dilakukan, entah jatuh, entah salah jalur dan sebagainya. Setelah menunggu sekitar satu jam nama saya dipanggil untuk mengambil foto. Dan memang pastinya sistem sudah lebih canggih dari 5 tahun yang lalu karena sudah memakai kamera dan mesin tandatangan otomatis. Setelah foto saya menunggu sekitar setengah jam dan SIM C sudah di tangan.

 Mengomentari dari segi pelayanan, sepertinya memang tidak bisa dikategorikan istimewa, tapi menurut saya pihak kepolisian juga sudah berusaha maksimal untuk melayani pemohon SIM dengan baik, baik dari segi kinerja maupun pelayanan dan keramahan yang diberikan. Dan saya menganggap itu merupakan hal yang patut diberikan apresiasi mengingat banyaknya komentar akan pelayanan publik yang kian hari mendapat cap negatif dari masyarakat.

Kamis, 13 September 2012