Kisah mengenai pelayanan prima ini merupakan
cerita yang saya alami sendiri. Awal mulanya saya ingin mencari cerita di
google dan menambahkan sedikit komentar saya, tapi ternyata lumayan sulit
mencari kisah pelayanan publik yang baik di google. Kebanyakan google hanya
menampilkan cerita yang buruk mengenai pelayanan publik. Kalaupun saya menemukan
cerita pelayanan publik yang baik, itu adalah pengalaman seorang warga
Indonesia di luar negeri saja. Yah saya rasa sih memang sudah jadi hal umum di
Indonesia jika masyarakat hanya mengekspose hal-hal yang buruk saja di media
sosial.
Saya ingin menceritakan pengalaman saya ketika
memperpanjang masa SIM di Kantor Kepolisian Kabupaten Trenggalek, tempat
tinggal saya. Sebenarnya saya juga belum bisa menentukan apakah ini termasuk
pelayanan publik yang prima atau bukan. Tapi yang pasti saya tidak menilai
pelayanan tersebut merupakan pelayanan yang buruk karena pada akhirnya saya
puas mendapatkan SIM C saya pada hari itu juga.
Pagi itu saya berangkat ke kantor polisi sekitar
jam 9 . disana sudah ramai sekali antrian yang kurang lebih bertujuan sama
dengan saya. Awalnya saya diwajibkan untuk memfotokopi ktp dan mengecek
kesehatan saya di kantor lain yang tidak begitu jauh dari kantor kepolisian.
Setelah itu saya kembali ke kantor polisi dan mengurus administrasi di beberapa
loket yang tersedia. Ada sekitar lima loket pada satu deretan dekat orang-orang mengantri.
Loket tersebut memiliki fungsi masing-masing. Ada yang merupakan loket
pendaftaran ujian, loket administrasi, loket pengambilan sim dan lain-lain.
Sesuai ketentuan yang tercantum, pemohon yang hanya ingin memperpanjang masa
sim tidak diharuskan mengikuti “driving test” layaknya pemohon SIM baru. Bila
diamati, di halaman depan kantor kepolisian saat itu sedang ramai sekali
pemohon SIM yang sedang menjalani “driving test”. Saya pernah sekali menemani
ibu saya menjalani ujian berkendara dan hal tersebut menjadi hiburan tersendiri
bagi saya. Selama menyaksikan peserta ujian tes banyak sekali kelucuan-kelucuan
yang dilakukan, entah jatuh, entah salah jalur dan sebagainya. Setelah menunggu
sekitar satu jam nama saya dipanggil untuk mengambil foto. Dan memang pastinya
sistem sudah lebih canggih dari 5 tahun yang lalu karena sudah memakai kamera
dan mesin tandatangan otomatis. Setelah foto saya menunggu sekitar setengah jam
dan SIM C sudah di tangan.
Mengomentari dari segi pelayanan, sepertinya memang
tidak bisa dikategorikan istimewa, tapi menurut saya pihak kepolisian juga
sudah berusaha maksimal untuk melayani pemohon SIM dengan baik, baik dari segi
kinerja maupun pelayanan dan keramahan yang diberikan. Dan saya menganggap itu
merupakan hal yang patut diberikan apresiasi mengingat banyaknya komentar akan
pelayanan publik yang kian hari mendapat cap negatif dari masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar